Sesi Sharing — UI/UX Design
Dari Masalah
ke Ide
ke Ide
Requirement Gathering & Ideation dalam UI/UX
Empathize
→
Define
→
Ideate
→
Prototype → Test
Pernah bikin desain yang nggak dipakai siapapun? 🎨
🎨
Desain
→
👤
Pengguna
→
❓
Siapa?
Desain yang bagus bukan yang paling indah.
Tapi yang paling dibutuhkan.
Tapi yang paling dibutuhkan.
📢 Tanya ke audiens: siapa yang pernah bikin desain tapi tidak tahu siapa penggunanya?
Dua Tahap yang Sering Dilupakan 🗺️
Design Thinking 5 tahap — hari ini fokus di tiga yang pertama
🔍
Empathize
👆 Fokus
→
📌
Define
👆 Fokus
→
💡
Ideate
👆 Fokus
→
🔧
Prototype
→
🧪
Test
Hari ini kita fokus di Empathize, Define, dan Ideate 👆
Section 1 of 2
Requirement Gathering
Sebelum desain, kita harus ngerti dulu siapa yang kita tolong.
Requirement Gathering = Dengerin Sebelum Ngomong 👂
🔍
Memahami siapa penggunanya
Bukan asumsi — tapi data nyata dari orang nyata
😣
Mencari tahu apa masalah mereka
Pain points yang sesungguhnya, bukan yang diasumsikan
📌
Menggali kebutuhan sesungguhnya
Bukan sekadar permintaan literal dari user atau klien
Bukan: "fitur apa yang mau kita buat" · Tapi: "masalah apa yang sedang terjadi?"
Bayangin kamu adalah dokter 🩺
❌ Salah
Pasien: "Dok, saya minta obat tidur."
Dokter: langsung kasih obat
Dokter: langsung kasih obat
Masalah yang lebih dalam tidak pernah ditemukan
✅ Benar
Pasien: "Dok, saya susah tidur."
Dokter: tanya dulu — stres? kafein? posisi tidur?
Baru kasih solusi yang tepat.
Dokter: tanya dulu — stres? kafein? posisi tidur?
Baru kasih solusi yang tepat.
Solusi tepat sasaran karena tahu akar masalahnya
Designer yang baik itu kayak dokter yang baik —
mendiagnosis sebelum meresepkan.
mendiagnosis sebelum meresepkan.
Gimana cara kita "dengerin" pengguna? 👀
👀
Observe
Amati langsung tanpa gangguin. Lihat orang pakai aplikasi, tanpa kasih arahan.
💬
Engage
Ngobrol langsung. Interview, focus group, atau tanya-tanya casual dengan pengguna.
🎭
Immerse
Rasain sendiri jadi pengguna. Coba pakai aplikasi kompetitor dari nol.
Kombinasikan ketiganya untuk insight yang lebih kaya dan valid.
Masih banyak caranya lho! 🛠️
📋
Survey
Kumpulkan data dari banyak responden sekaligus
📓
Diary Study
Pengguna catat pengalaman mereka setiap hari
🧍
Shadowing
Ikuti pengguna menjalani aktivitas sehari-hari
📊
Analytics Review
Data kuantitatif dari penggunaan nyata produk
🎧
Support Review
Pelajari keluhan & pertanyaan yang masuk ke support
👁️
Body Language
Perhatikan reaksi non-verbal saat berinteraksi
Nggak harus semua dipakai. Pilih yang paling cocok sama tujuan riset.
Empathy Map: Cara Rangkum Temuan 🗺️
Framework visual untuk memahami pengguna secara holistik
💭 Think & Feel
Pikiran & perasaan yang tidak selalu diungkapkan
👂 Hear
Apa yang mereka dengar dari lingkungan, teman, media
👁️ See
Apa yang mereka lihat dalam lingkungan sehari-hari
🗣️ Say & Do
Apa yang mereka ucapkan & lakukan secara publik
😫 Pain
Takut salah ukuran · Ongkir tidak terlihat di awal
🌟 Gain
Checkout cepat · Tahu barang original atau tidak
Contoh konteks: Pengguna Aplikasi Belanja Online
Setelah Dengerin, Kita Hasilkan Apa? 📦
5 output utama dari proses Requirement Gathering
💡
Insight
— Temuan penting dari riset
👤
Persona
— Gambaran pengguna berdasarkan data nyata
❓
Problem Statement
— Definisi masalah yang jelas
📌
User Needs
— Kebutuhan utama pengguna
🧭
Design Direction
— Arah solusi desain awal
"Pengguna baru kesulitan memahami langkah pertama setelah login" ← ini Problem Statement, bukan solusi
Watch out! Jebakan Requirement Gathering 🚨
⚠️
Jebakan 1
❌ Terima request stakeholder langsung sebagai requirement
✅ Tanya dulu: kebutuhan apa yang mendasarinya?
⚠️
Jebakan 2
❌ "User bingung" → langsung tambah tooltip
✅ Cari tahu dulu kenapa mereka bingung
⚠️
Jebakan 3
❌ Hanya tanya ke satu orang atau sumber
✅ Kombinasikan beberapa sumber data riset
Kesalahan di fase ini akan menjadi masalah besar saat prototype dan testing nanti.
Section 2 of 2
Ideation
Sekarang kita punya masalah yang jelas. Waktunya eksplorasi solusi!
Ideation = Menghasilkan Sebanyak Mungkin Solusi 💡
❌ Ideation bukan:
✗
Langsung cari satu jawaban
✗
Desain langsung ke Figma
✗
Ngikutin tren atau kompetitor aja
✗
Nurutin kemauan stakeholder 1:1
✅ Ideation adalah:
✓
Eksplorasi banyak alternatif dulu
✓
Berpikir dari kebutuhan pengguna
✓
Kombinasi kreativitas + data
✓
Proses sebelum keputusan dibuat
Jangan Langsung Loncat dari Masalah ke Fitur! 🚀
❌ Jalur Salah
Requirement
→
Fitur
← sering meleset!
✅ Jalur Benar
Requirement
→
Insight
→
Problem Statement
→
Opportunity
→
Idea
Proses yang lebih panjang ini justru yang bikin solusinya jauh lebih tepat sasaran.
Teknik 5 Whys: Terus Tanya "Kenapa" 🎯
Gali sampai ketemu akar masalah yang sesungguhnya
🚩 Gejala
Pengguna berhenti di halaman checkout
↓ Kenapa?
Mereka ragu melanjutkan pembayaran
↓ Kenapa?
Total biaya akhir tidak jelas dari awal
↓ Kenapa?
Breakdown biaya baru muncul di step terakhir
↓ Kenapa?
🎯 Akar Masalah Ditemukan!
Desain memprioritaskan ringkasan, bukan transparansi harga
Problem Statement: Rumusin Masalah Dulu 📝
Formula
[Pengguna] membutuhkan [cara/solusi]
agar [tujuan yang ingin dicapai]
agar [tujuan yang ingin dicapai]
✅ Contoh Bagus
"Pengguna baru membutuhkan cara yang lebih sederhana untuk memahami langkah pertama agar tidak merasa kewalahan saat onboarding."
❌ Kurang Bagus
"User bingung, harus ditambah tooltip."
Ini solusi, bukan problem statement!
Fokus pada pengguna · Cukup luas untuk solusi kreatif · Spesifik dan actionable
Dari Problem Statement ke Pertanyaan Eksplorasi 🔓
Problem Statement
"Pengguna checkout ragu karena biaya tidak jelas."
diubah menjadi How Might We...
❓ Bagaimana kita bisa membuat biaya terasa transparan dari awal?
❓ Bagaimana kita bisa membuat pengguna lebih percaya saat checkout?
❓ Bagaimana kita bisa membantu pengguna yang drop agar kembali melanjutkan?
Pertanyaan "Bagaimana kita bisa..." membuka pintu untuk banyak ide, bukan cuma satu.
Cara-cara Menghasilkan Ide 🧠
🗣️
Brainstorming
Lempar ide verbal dalam grup. Cepat, spontan, tanpa kritik.
✍️
Brainwriting
Tulis ide dulu, baru diskusi. Lebih inklusif untuk semua anggota tim.
🧠
Mind Mapping
Hubungkan ide-ide dari satu titik pusat secara visual.
✏️
Sketching
Gambar kasar ide layout atau flow. Nggak harus bagus!
🔧
SCAMPER
Substitute · Combine · Adapt · Modify · Eliminate · Reverse
🔄
Reverse Thinking
"Gimana bikin checkout susah?" → balik jawabannya jadi solusi!
Kapan Brainstorming, Kapan Brainwriting? 🤔
Dua teknik yang sering tertukar — pilih yang tepat sesuai situasi
💡 Tips: Mulai dengan brainwriting supaya semua punya suara, baru lanjut brainstorming untuk ekspansi.
Dua Fase yang Nggak Boleh Dicampur 🔀
Divergen & Konvergen — Double Diamond Thinking
🌊
Divergen
Buka sebanyak mungkin kemungkinan
◈
Buka sebanyak mungkin ide
◈
Tunda kritik — semua boleh masuk
◈
Dorong variasi dan perbedaan
🎯
Konvergen
Pilih yang paling menjanjikan
◈
Nilai relevansi ke problem statement
◈
Cek kesesuaian dengan user needs
◈
Pilih ide yang paling menjanjikan
Kalau dua fase ini dicampur sejak awal, tim jadi takut berpikir luas. Pisahkan selalu!
Apa Yang Dihasilkan Setelah Ideation? 📦
📋
Daftar Ide Solusi
— Dokumentasi semua ide yang dihasilkan, belum difilter
🗺️
User Flow Alternatif
— Berbagai alur cara pengguna mencapai tujuan mereka
✏️
Sketsa / Wireframe Awal
— Visualisasi kasar ide sebelum masuk ke detail desain
🎬
Storyboard
— Cerita visual alur penggunaan aplikasi atau fitur
🔬
Hipotesis Desain
— Asumsi yang perlu dibuktikan lewat prototype dan testing
⭐
Shortlist untuk Prototype
— Ide terpilih yang paling menjanjikan untuk dilanjutkan
Output ideation belum harus sempurna. Tujuannya adalah punya bahan yang cukup untuk prototyping.
Prinsip-prinsip yang Bantu Kita Tetap di Jalur 🧭
1
Always start from users
Bukan dari fitur kompetitor, bukan dari asumsi tim.
2
Empati dulu, solusi kemudian
Pahami manusianya sebelum rancang sistemnya.
3
Jangan jatuh cinta pada ide pertama
Ide pertama sering yang paling cepat muncul, bukan yang paling tepat.
4
Visualisasikan secepat mungkin
Ide verbal mudah salah dimengerti. Gambar kasarnya, sekarang.
5
Lihat ide sebagai hipotesis
"Kita percaya ini akan membantu — tapi kita perlu buktikan."
Red Flags dalam Proses Desain ⚠️
🚫
Keluhan → Fitur Instan
Langsung ubah keluhan jadi fitur tanpa investigasi lebih lanjut
🚫
Ideation Tanpa Problem Statement
Tidak punya rumusan masalah yang jelas sebelum brainstorming
🚫
Terlalu Cepat Visual Polish
Fokus ke tampilan detail sebelum struktur dan konten benar
🚫
Echo Chamber Validation
Validasi hanya ke orang-orang yang pasti setuju dengan ide kita
🚫
Tanpa Dokumentasi Alasan
Tidak mendokumentasikan mengapa sebuah keputusan desain dibuat
🚫
Iterasi = Kegagalan
Menganggap perlu mengulang desain sebagai hal yang memalukan
Sebelum Lanjut ke Solusi, Cek Ini Dulu ✅
☐
Requirement sudah cukup jelas?
☐
Pemahaman pengguna sudah kuat?
☐
Ada pola yang konsisten dari data?
☐
Problem statement sudah dirumuskan?
☐
Sudah ada lebih dari 1 ide alternatif?
☐
Ide bisa dikaitkan ke kebutuhan pengguna?
☐
Ide sudah divisualisasikan (sketsa)?
☐
Ada rencana prototype dan testing?
Yang Kita Pelajari Hari Ini 🎯
👂
Requirement Gathering
Bukan tentang mengumpulkan fitur — tapi memahami manusia. Empathize, Observe, Engage, dan Immerse sebelum menarik kesimpulan.
💡
Ideation
Bukan tentang satu ide brilian — tapi eksplorasi banyak kemungkinan. Pisahkan fase divergen dan konvergen selalu.
🗺️
Alur yang Benar
Requirement → Insight → Problem Statement → Opportunity → Idea. Proses lebih panjang = solusi lebih tepat sasaran.
🧭
Prinsip Utama
Selalu mulai dari pengguna. Empati dulu, solusi kemudian. Visualisasikan ide secepat mungkin sebagai hipotesis yang perlu dibuktikan.
🚀
Sekarang Giliran Kalian!
Coba pilih satu app yang kalian sering pakai sehari-hari. Pikirkan: Siapa penggunanya? Pain apa yang mungkin mereka rasakan? Problem statement apa yang bisa dirumuskan? Ide apa yang muncul untuk memperbaikinya?
🔍 Empathize & Research
📌 Define Problem Statement
💡 Ideate Solutions
Designer yang baik bukan yang paling kreatif — tapi yang paling peduli sama penggunanya.
Requirement Gathering & Ideation in UI/UX · Sesi Sharing