Strategi UX

Requirement Gathering & Ideasi dalam UI/UX

Kuasai dua fase penting desain: menggali kebutuhan pengguna melalui empati dan riset, lalu menghasilkan ide melalui teknik ideasi terstruktur seperti HMW, 5 Whys, dan berpikir divergen.

12 menit bacaTerakhir diperbarui 2026-04-12
Mulai Presentasi

Sesi Sharing — UI/UX Design
Dari Masalah
ke Ide
Requirement Gathering & Ideation dalam UI/UX
Empathize Define Ideate Prototype → Test

Pernah bikin desain yang nggak dipakai siapapun? 🎨

🎨
Desain
👤
Pengguna
Siapa?
Desain yang bagus bukan yang paling indah.
Tapi yang paling dibutuhkan.
📢 Tanya ke audiens: siapa yang pernah bikin desain tapi tidak tahu siapa penggunanya?

Dua Tahap yang Sering Dilupakan 🗺️

Design Thinking 5 tahap — hari ini fokus di tiga yang pertama
🔍
Empathize
👆 Fokus
📌
Define
👆 Fokus
💡
Ideate
👆 Fokus
🔧
Prototype
🧪
Test
Hari ini kita fokus di Empathize, Define, dan Ideate 👆

Section 1 of 2
Requirement Gathering
Sebelum desain, kita harus ngerti dulu siapa yang kita tolong.

Requirement Gathering = Dengerin Sebelum Ngomong 👂

🔍
Memahami siapa penggunanya
Bukan asumsi — tapi data nyata dari orang nyata
😣
Mencari tahu apa masalah mereka
Pain points yang sesungguhnya, bukan yang diasumsikan
📌
Menggali kebutuhan sesungguhnya
Bukan sekadar permintaan literal dari user atau klien
Bukan: "fitur apa yang mau kita buat"  ·  Tapi: "masalah apa yang sedang terjadi?"

Bayangin kamu adalah dokter 🩺

❌ Salah
Pasien: "Dok, saya minta obat tidur."
Dokter: langsung kasih obat
Masalah yang lebih dalam tidak pernah ditemukan
✅ Benar
Pasien: "Dok, saya susah tidur."
Dokter: tanya dulu — stres? kafein? posisi tidur?
Baru kasih solusi yang tepat.
Solusi tepat sasaran karena tahu akar masalahnya
Designer yang baik itu kayak dokter yang baik —
mendiagnosis sebelum meresepkan.

Gimana cara kita "dengerin" pengguna? 👀

👀
Observe
Amati langsung tanpa gangguin. Lihat orang pakai aplikasi, tanpa kasih arahan.
💬
Engage
Ngobrol langsung. Interview, focus group, atau tanya-tanya casual dengan pengguna.
🎭
Immerse
Rasain sendiri jadi pengguna. Coba pakai aplikasi kompetitor dari nol.
Kombinasikan ketiganya untuk insight yang lebih kaya dan valid.

Masih banyak caranya lho! 🛠️

📋
Survey
Kumpulkan data dari banyak responden sekaligus
📓
Diary Study
Pengguna catat pengalaman mereka setiap hari
🧍
Shadowing
Ikuti pengguna menjalani aktivitas sehari-hari
📊
Analytics Review
Data kuantitatif dari penggunaan nyata produk
🎧
Support Review
Pelajari keluhan & pertanyaan yang masuk ke support
👁️
Body Language
Perhatikan reaksi non-verbal saat berinteraksi
Nggak harus semua dipakai. Pilih yang paling cocok sama tujuan riset.

Empathy Map: Cara Rangkum Temuan 🗺️

Framework visual untuk memahami pengguna secara holistik
💭 Think & Feel
Pikiran & perasaan yang tidak selalu diungkapkan
👂 Hear
Apa yang mereka dengar dari lingkungan, teman, media
👁️ See
Apa yang mereka lihat dalam lingkungan sehari-hari
🗣️ Say & Do
Apa yang mereka ucapkan & lakukan secara publik
😫 Pain
Takut salah ukuran · Ongkir tidak terlihat di awal
🌟 Gain
Checkout cepat · Tahu barang original atau tidak
Contoh konteks: Pengguna Aplikasi Belanja Online

Setelah Dengerin, Kita Hasilkan Apa? 📦

5 output utama dari proses Requirement Gathering
💡
Insight — Temuan penting dari riset
👤
Persona — Gambaran pengguna berdasarkan data nyata
Problem Statement — Definisi masalah yang jelas
📌
User Needs — Kebutuhan utama pengguna
🧭
Design Direction — Arah solusi desain awal
"Pengguna baru kesulitan memahami langkah pertama setelah login" ← ini Problem Statement, bukan solusi

Watch out! Jebakan Requirement Gathering 🚨

⚠️
Jebakan 1
❌ Terima request stakeholder langsung sebagai requirement
✅ Tanya dulu: kebutuhan apa yang mendasarinya?
⚠️
Jebakan 2
❌ "User bingung" → langsung tambah tooltip
✅ Cari tahu dulu kenapa mereka bingung
⚠️
Jebakan 3
❌ Hanya tanya ke satu orang atau sumber
✅ Kombinasikan beberapa sumber data riset
Kesalahan di fase ini akan menjadi masalah besar saat prototype dan testing nanti.

Section 2 of 2
Ideation
Sekarang kita punya masalah yang jelas. Waktunya eksplorasi solusi!

Ideation = Menghasilkan Sebanyak Mungkin Solusi 💡

❌ Ideation bukan:
Langsung cari satu jawaban
Desain langsung ke Figma
Ngikutin tren atau kompetitor aja
Nurutin kemauan stakeholder 1:1
✅ Ideation adalah:
Eksplorasi banyak alternatif dulu
Berpikir dari kebutuhan pengguna
Kombinasi kreativitas + data
Proses sebelum keputusan dibuat

Jangan Langsung Loncat dari Masalah ke Fitur! 🚀

❌ Jalur Salah
Requirement Fitur ← sering meleset!
✅ Jalur Benar
Requirement Insight Problem Statement Opportunity Idea
Proses yang lebih panjang ini justru yang bikin solusinya jauh lebih tepat sasaran.

Teknik 5 Whys: Terus Tanya "Kenapa" 🎯

Gali sampai ketemu akar masalah yang sesungguhnya
🚩 Gejala
Pengguna berhenti di halaman checkout
↓ Kenapa?
Mereka ragu melanjutkan pembayaran
↓ Kenapa?
Total biaya akhir tidak jelas dari awal
↓ Kenapa?
Breakdown biaya baru muncul di step terakhir
↓ Kenapa?
🎯 Akar Masalah Ditemukan!
Desain memprioritaskan ringkasan, bukan transparansi harga

Problem Statement: Rumusin Masalah Dulu 📝

Formula
[Pengguna] membutuhkan [cara/solusi]
agar [tujuan yang ingin dicapai]
✅ Contoh Bagus
"Pengguna baru membutuhkan cara yang lebih sederhana untuk memahami langkah pertama agar tidak merasa kewalahan saat onboarding."
❌ Kurang Bagus
"User bingung, harus ditambah tooltip."
Ini solusi, bukan problem statement!
Fokus pada pengguna · Cukup luas untuk solusi kreatif · Spesifik dan actionable

Dari Problem Statement ke Pertanyaan Eksplorasi 🔓

Problem Statement
"Pengguna checkout ragu karena biaya tidak jelas."
diubah menjadi How Might We...
❓ Bagaimana kita bisa membuat biaya terasa transparan dari awal?
❓ Bagaimana kita bisa membuat pengguna lebih percaya saat checkout?
❓ Bagaimana kita bisa membantu pengguna yang drop agar kembali melanjutkan?
Pertanyaan "Bagaimana kita bisa..." membuka pintu untuk banyak ide, bukan cuma satu.

Cara-cara Menghasilkan Ide 🧠

🗣️
Brainstorming
Lempar ide verbal dalam grup. Cepat, spontan, tanpa kritik.
✍️
Brainwriting
Tulis ide dulu, baru diskusi. Lebih inklusif untuk semua anggota tim.
🧠
Mind Mapping
Hubungkan ide-ide dari satu titik pusat secara visual.
✏️
Sketching
Gambar kasar ide layout atau flow. Nggak harus bagus!
🔧
SCAMPER
Substitute · Combine · Adapt · Modify · Eliminate · Reverse
🔄
Reverse Thinking
"Gimana bikin checkout susah?" → balik jawabannya jadi solusi!

Kapan Brainstorming, Kapan Brainwriting? 🤔

Dua teknik yang sering tertukar — pilih yang tepat sesuai situasi
🗣️ Brainstorming ✍️ Brainwriting
Cara Verbal, saling lempar ide Tulis dulu, baru diskusi
Cocok untuk Tim kecil, eksplorasi awal Tim besar, mengurangi dominasi
Risiko Suara vokal mendominasi Kurang spontan
Kapan Pilih Kick-off ideation Workshop butuh inklusivitas
💡 Tips: Mulai dengan brainwriting supaya semua punya suara, baru lanjut brainstorming untuk ekspansi.

Dua Fase yang Nggak Boleh Dicampur 🔀

Divergen & Konvergen — Double Diamond Thinking
🌊
Divergen
Buka sebanyak mungkin kemungkinan
Buka sebanyak mungkin ide
Tunda kritik — semua boleh masuk
Dorong variasi dan perbedaan
🎯
Konvergen
Pilih yang paling menjanjikan
Nilai relevansi ke problem statement
Cek kesesuaian dengan user needs
Pilih ide yang paling menjanjikan
Kalau dua fase ini dicampur sejak awal, tim jadi takut berpikir luas. Pisahkan selalu!

Apa Yang Dihasilkan Setelah Ideation? 📦

📋
Daftar Ide Solusi — Dokumentasi semua ide yang dihasilkan, belum difilter
🗺️
User Flow Alternatif — Berbagai alur cara pengguna mencapai tujuan mereka
✏️
Sketsa / Wireframe Awal — Visualisasi kasar ide sebelum masuk ke detail desain
🎬
Storyboard — Cerita visual alur penggunaan aplikasi atau fitur
🔬
Hipotesis Desain — Asumsi yang perlu dibuktikan lewat prototype dan testing
Shortlist untuk Prototype — Ide terpilih yang paling menjanjikan untuk dilanjutkan
Output ideation belum harus sempurna. Tujuannya adalah punya bahan yang cukup untuk prototyping.

Prinsip-prinsip yang Bantu Kita Tetap di Jalur 🧭

1 Always start from users
Bukan dari fitur kompetitor, bukan dari asumsi tim.
2 Empati dulu, solusi kemudian
Pahami manusianya sebelum rancang sistemnya.
3 Jangan jatuh cinta pada ide pertama
Ide pertama sering yang paling cepat muncul, bukan yang paling tepat.
4 Visualisasikan secepat mungkin
Ide verbal mudah salah dimengerti. Gambar kasarnya, sekarang.
5 Lihat ide sebagai hipotesis
"Kita percaya ini akan membantu — tapi kita perlu buktikan."

Red Flags dalam Proses Desain ⚠️

🚫
Keluhan → Fitur Instan
Langsung ubah keluhan jadi fitur tanpa investigasi lebih lanjut
🚫
Ideation Tanpa Problem Statement
Tidak punya rumusan masalah yang jelas sebelum brainstorming
🚫
Terlalu Cepat Visual Polish
Fokus ke tampilan detail sebelum struktur dan konten benar
🚫
Echo Chamber Validation
Validasi hanya ke orang-orang yang pasti setuju dengan ide kita
🚫
Tanpa Dokumentasi Alasan
Tidak mendokumentasikan mengapa sebuah keputusan desain dibuat
🚫
Iterasi = Kegagalan
Menganggap perlu mengulang desain sebagai hal yang memalukan

Sebelum Lanjut ke Solusi, Cek Ini Dulu ✅

Requirement sudah cukup jelas?
Pemahaman pengguna sudah kuat?
Ada pola yang konsisten dari data?
Problem statement sudah dirumuskan?
Sudah ada lebih dari 1 ide alternatif?
Ide bisa dikaitkan ke kebutuhan pengguna?
Ide sudah divisualisasikan (sketsa)?
Ada rencana prototype dan testing?

Yang Kita Pelajari Hari Ini 🎯

👂 Requirement Gathering
Bukan tentang mengumpulkan fitur — tapi memahami manusia. Empathize, Observe, Engage, dan Immerse sebelum menarik kesimpulan.
💡 Ideation
Bukan tentang satu ide brilian — tapi eksplorasi banyak kemungkinan. Pisahkan fase divergen dan konvergen selalu.
🗺️ Alur yang Benar
Requirement → Insight → Problem Statement → Opportunity → Idea. Proses lebih panjang = solusi lebih tepat sasaran.
🧭 Prinsip Utama
Selalu mulai dari pengguna. Empati dulu, solusi kemudian. Visualisasikan ide secepat mungkin sebagai hipotesis yang perlu dibuktikan.

🚀
Sekarang Giliran Kalian!
Coba pilih satu app yang kalian sering pakai sehari-hari. Pikirkan: Siapa penggunanya? Pain apa yang mungkin mereka rasakan? Problem statement apa yang bisa dirumuskan? Ide apa yang muncul untuk memperbaikinya?
🔍 Empathize & Research
📌 Define Problem Statement
💡 Ideate Solutions
Designer yang baik bukan yang paling kreatif — tapi yang paling peduli sama penggunanya.
Requirement Gathering & Ideation in UI/UX · Sesi Sharing